Menjadi Mahasiswa dengan “Nilai Tambah” (Be a Value Added Student)

Share :

Menjadi mahasiswa dengan “Nilai Tambah” berarti menjadi mahasiswa yang mampu mengimplementasikan “Kuliah” dalam arti luas. Kita tidak disibukkan dengan kegiatan akademis saja namun secara sadar kita juga ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan softskill kita. Kegiatan tersebut misalnya dengan ikut aktif di organisasi, kegiatan sosial dan kegiatan-kegiatan non-kurikuler lainnya. Di organisasi itulah kita dapat belajar memimpin, bekerja sama dengan orang lain (Tim), belajar tentang manajemen dan lain sebagainya. Kemampuan-kemampuan seperti itulah yang justru sangat diperlukan ketika mamasuki dunia kerja yang sebenarnya.

Namun demikian, banyak dari kita yang masih terkendala dalam membagi aktifitas akademik dengan organisasi. Hal inilah yang menyebabkan tidak sedikit dari kita yang boleh jadi sukses di organisasi namun jatuh nilai akademisnya atau sebaliknya, organisasinya tidak maksimal lalu nilai akademisnya pun biasa-biasa saja. Berikut kiat-kiat agar kita sukses di organisasi namun juga prestatif di akademis :

1. Manajemen Waktu

Setiap orang diberikan oleh Allah SWT. porsi waktu yang sama yakni 24 jam. Tapi kenapa ada orang yang sukses dan ada yang gagal?. Mengapa juga ada yang produktif (melakukan banyak hal) dan ada yang tidak melakukan apa-apa? Kuncinya ada pada manajemen waktu. Ya, biasakanlah untuk membuat perencanaan dari kegiatan yang akan kita lakukan. Tulis semua kegiatan dalam bentuk jadwal maupun teamline dari bangun tidur hingga kita beranjak ketempat tidur. Buatlah perencanaan secara detil mulai dari harian, bulanan hingga tahunan. Dengan kegiatan yang terencana dan terjadwal kita akan memiliki panduan yang jelas sehingga kita tahu kapan kita harus melakukan dan menyelesaikan kegiatan-kegiatan tersebut.

2. Manentukan Skala Prioritas

Setiap aktifitas dan kegiatan tentunya memiliki prioritas masing-masing. Prioritas tersebut akan menentukan mana kegiatan yang harus diselesaikan terlebih dahulu dan mana yang dapat diselesaikan kemudian. Kita dapat membagi prioritas menjadi empat kuadran.

a. Kuadran I (Penting Mendesak)

Kegiatan yang masuk dalam kuadran ini sangat penting dan harus diselesaikan secepatnya. Artinya kegiatan ini memiliki prioritas yang paling tinggi dibanding kegiatan yang lain. Kegiatan tersebut misalnya Segala pekerjaan yang memiliki “deadline” seperti Tugas Kuliah dsb. Segala hal yang sifatnya Kritis seperti Pengobatan ke Dokter, Kecelakaan dsb.

b. Kuadran II (Penting Tidak Mendesak)

Kegiatan ini merupakan hal yang penting tapi tidak mendesak seperti aktifitas memperluas wawasan (membaca buku, majalah, browsing internet), kegiatan social (silaturrahim, menjenguk orang sakit, menghadiri undangan dsb.)

c. Kuadran III (Tidak Penting, Mendesak)

Kegiatan ini sebenarnya tidak penting namun terkadang terasa begitu mendesak. Terkadang kita sering terjebak seolah-olah aktifitas ini adalah aktiftas penting dan mendesak namun sesungguhnya tidak begitu penting. Misalnya : Segala sesuatu yang sifatnya dadakan (Pertemuan dadakan, kunjungan tamu dadakan, rapat dadakan dsb.). Boleh jadi kegiatan itu penting bagi orang lain tapi tidak penting bagi kita.

d. Kuadran IV (Tidak Penting, Tidak Mendesak)

Kegiatan yang masuk kuadran ini merupakan kegiatan yang tidak penting dan tidak mendesak seperti nonton TV, main game, ngobrol tidak jelas, jalan-jalan ke mall dsb. Seseorang yang menyerah untuk mengerjakan kegiatan di kuadran I dan II biasanya memilih untuk melarikan diri di kuadran ini.

Nah, setelah kita mengetahui prioritas-prioritas tersebut harusnya kita lebih pandai untuk membedakan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Usahakan untuk menyelesaikan kegiatan berdasarkan urutan kuadran tersebut, dimulai dari Kuadran I, II, III kemudian IV.

3. Hindari Menunda Pekerjaan

Hal yang paling sering kita lakukan tanpa sadar adalah menunda pekerjaan. Kita terkadang lebih memilih untuk menunda menyelesaikan pekerjaan hingga mendekati waktu deadline. Sehingga pekerjaan yang tadinya tidak begitu penting menjadi sangat penting. Pekerjaan yang tadinya tidak mendesak menjadi sangat mendesak, sehingga seolah-olah semua pekerjaan masuk kedalam kuadran I. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus maka akan menimbulkan stress dan tingkat kecemasan yang sangat tinggi karena kita dipaksa untuk menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu waktu. Hindari menunda pekerjaan, biasakan mencicil pekerjaan yang dapat kita lakukan pada waktu luang misalnya mereview materi kuliah, mencicil mengerjakan tugas kuliah, dsb.

Setelah mengetahui kiat-kiat diatas, harapannya kita tahu bagaimana cara mengatur seluruh aktifitas kita. Boleh jadi di awal akan terasa sangat berat, namun pada akhirnya kita akan memetik hasil yang membahagiakan, Insya Allah. Allah SWT berfirman :

Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya..” (QS. Albaqarah : 287).

Ok, Tetap Optimis & Tetap Semangat.. ! 🙂

This entry was posted on Monday, March 14th, 2011 at 10:16 am and is filed under Campus, Motivation. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Menjadi Mahasiswa dengan “Nilai Tambah” (Be a Value Added Student)”

  1. adiekeputran Says:

    terimakasih banyak atas tipsnya…

    tinggal praktek nih..^^

  2. admin Says:

    @Adie : Sama2, semoga bermanfaat.. salam kenal 🙂

  3. affanul Says:

    Seep btul, teringat pengalaman waktu kuliah dulu.. 🙂

Leave a Reply

CommentLuv badge