Review PKM-GT : Sistem Monitoring Akses Internet untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan

Share :

Beberapa waktu yang lalu, saat ngurus legalisir ijazah dan transkrip nilai, seorang teman saya, beliau dari S1 Elins (Elektronika Instrumentasi) menyapa saya dengan mata berbinar-binar (he2.. kayak puisi saja 😀 ).

“Wan, Selamat ya.. “, sapa teman saya.

“Wah, Selamat ? bentar-bentar, Maaf  ini selamat atas apa ya..?” sapa saya balik tetapi dengan perasaan heran plus bingung.

“PKM-GT mu lolos seleksi tho.. udah liat blum??” jawab teman saya.

“hah… iya tho..?” Sembari mengajak temen saya tersebut duduk dengan tenang di bangku depan akademik Mipa Utara.

“PKM-GT? lolos?, sek-sek (baca: bentar-bentar), bukannya PIMNAS dah selesai ya.., dan kemarin PKM GT saya ngga’ masuk kok” .

“Iya, tapi kan ada penghargaan bagi PKM GT yang lolos seleksi ?”  temen saya.

“Oh iya tho?, Alhamdulillah..” ternyata saya baru ingat waktu itu pas buat PKM-GT di buku pedomannya dikatakan akan ada penghargaan bagi PKM yang lolos dan nilainya memenuhi kriteria. hemm, lega plus bahagia rasanya :D.

Berikut Ringkasan PKM-GT yang saya ajukan bulan Maret kemarin. Terima Kasih untuk saudara Gathot Fajar & Ahmad Priatama yang telah membantu dalam penelitian ini. Semoga bermanfaat dan dapat memotivasi kawan-kawan yang lain untuk ikut PKM ya. OK ! 😀

” SISTEM MONITORING AKSES INTERNET UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN “

RINGKASAN

Jumlah pengguna internet di dunia saat ini sudah mencapai 1.733.993.741 pengguna (Internet World Stat, 2009). Jumlah ini merupakan 25% dari total 6.767.805.208 penduduk di dunia. Jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 25 juta pengguna, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pengakses internet terbanyak kelima di Asia.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna situs jejaring sosial terbesar di dunia. Hampir semua provider dan operator telekomunikasi mengakui bahwa 40-60% trafik internet didominasi oleh Facebook. Secara umum bandwidth didominasi untuk mengakses Youtube terutama di Speedy, namun untuk bandwidth dengan perangkat seluler didominasi Facebook.

Indonesia meraih peringkat ke-7 di dunia dengan 12 juta pengguna. Bahkan, Indonesia merupakan negara yang paling banyak menambah pengguna Facebook di dunia dengan lebih dari 700.000 pengguna per minggu. Hal ini dikonfirmasi Alexa yang melakukan rangking Facebook sebagai situs nomor satu di Indonesia (Onno, 2010).

Sebanyak 77% karyawan yang memiliki akun Facebook lebih memilih mengakses situs jejaring sosial itu di saat jam kerja. Hal ini dikarenakan tersedianya jaringan internet secara gratis. Hal tersebut berdampak pada kinerja karyawan, hasil studi mengatakan adanya  penurunan kinerja karyawan sampai 12,5% (Times Of India, 2010).

Meskipun secara teknis sangat mudah untuk dilakukan, pemblokiran akses internet sebenarnya hanya akan semakin menurunkan kinerja para karyawan. Sebab mereka akan sibuk mencari-cari cara untuk mengakali agar dapat menembus sistem pembatas akses internet di kantornya daripada menyelesaikan tugasnya. Pembatasan akses Internet tidak perlu dilakukan selama target pekerjaan bisa tercapai dan karyawan bertanggung jawab atas pemanfaatan Internet di kantor  (Setiabudi, 2007). Pembatasan akses Internet di kantor cenderung tidak efektif untuk meredam dampak situs jejaring sosial dan situs-situs lainnya. Pembatasan ini justru berpotensi menurunkan kinerja karyawan. “Sudah saatnya kita, bangsa Indonesia meninggalkan segala kebijakan instan dan praktis seperti rencana pemblokiran situs. Bagaimanapun, sesuatu yang instan akan menghasilkan hal yang instan, temporer, tak akan bertahan lama (Dewi, 2008)”.

Solusi lain yang dapat digunakan untuk menggantikan pemblokiran adalah dengan melakukan monitoring akses Internet dan mengevaluasinya. Dalam hal ini, monitoring akses Internet di kantor dilakukan untuk memantau dan menjaga kinerja karyawan. Monitoring dilakukan tanpa membatasi akses Internet bagi karyawan. Hal ini akan menjaga kenyamanan para karyawan sekaligus memicu karyawan agar tidak menurunkan kinerjanya karena merasa diawasi. Ketika kinerja seorang karyawan dinilai menurun, pimpinan dapat menggunakan data dari hasil monitoring untuk melakukan evaluasi serta menentukan keputusan yang tepat bagi karyawan yang bersangkutan. Sistem ini dapat menjaga serta meningkatkan kinerja karyawan sehingga meningkatkan keuntungan perusahaan.

Silakan Download dokumen PKM yang saya usulkan selengkapnya di sini. Semoga bermanfaat :D.

This entry was posted on Saturday, September 4th, 2010 at 1:46 pm and is filed under Campus, Research. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Review PKM-GT : Sistem Monitoring Akses Internet untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan”

  1. syamsa Says:

    nice..^^

  2. admin Says:

    @syamsa : nggih, terimakasih sudah berkunjung 🙂

  3. tian Says:

    blhkah saya mnta dok PKM nya mas?
    buat referensi tuk membuat proposal..
    makasih sebelumnya//

Leave a Reply

CommentLuv badge